Saturday, 5 March 2016

TIDAK NYAMAN BERBUAT SALAH

Jika malam minggu para jomblo ada yang galau tentang kesendiriannya, aku justru sebaliknya. Aku galau tentang suatu hal yang sudah aku lakukan di hari sabtu ini. 

Aku sengaja berbohong untuk menutupi hal yang sebenarnya.

Iya, parah. Dan jangan dicontoh. Memang aku berbohong apa?

Well, jujur aku katakan bahwa aku sudah melakukan suatu keputusan yang lumayan dahsyat dalam hidupku, yaitu memilih mempensiunkan diri sendiri sejak dini alias resign dari kantor yang sebelumnya menjadi lahan rezekiku. Memang kenapa? intinya aku ingin mencari ketenangan yaitu melalui jalan hijrahku. Panjang jika aku ceritakan, tapi kini aku merasa "I am being my own self" sepenuhnya menjadi diriku. Dengan profesi sebagai wirausaha, baik dari segi pendidikan yaitu membuka les privat dan berwirausaha hijab serta berencana untuk membuka usaha retail dengan teman-teman. Jangan tanya berapa pendapatan, lebih enak mana antara menjadi karyawan dan wirausaha. Jelas, masih lebih enak jadi wirausaha. Karena seorang entrepreneur itu menjadi bos untuk diri sendiri dan menjadi pemimpin untuk orang lain. Dan aku sangat menikmati proses ini.

Lalu, apa kebohongan yang aku lakukan hingga galau di hari sabtu ini?

Saat aku ada kelas mengaji di Nurul Hayat Sabtu pagi ini, ada beberapa ibu-ibu yang bertanya tentang profesiku. Maklum, aku masih baru mengikuti  kelas mengaji di Nurul Hayat. Dan.. pasti kamu bisa menebak kebohongan apa yang aku sampaikan.

Aku dengan jelas masih mengatakan bahwa aku bekerja di suatu perusahaan yang tidak lain tempat kerjaku dulu. Meskipun diakhir pembicaraan aku mengatakan bahwa aku memilih untuk resign untuk fokus usaha. Tetap saja aku telah membohongi mereka dan seperti "pecundang" saja karena tidak menghargai diriku sendiri.

Selama perjalanan pulang hingga sebelum maghrib, aku terus berpikir. Berkali-kali menyebut kalimat "astagfirullah.." sungguh amat menjijikan perbuatanku itu.

Dulu, sebelum aku mantap berhjrah, jika aku melakukan suatu kebohongan yang disengaja, aku seakan biasa saja. Tidak ada beban sama sekali hingga tidak sempat untuk bergalau karena tidak nyaman. Aku nyaman saja melakukan perbuatan tercela itu. Sekecil apapun kebohonganku.

Tapi itu dulu. Seperti seekor kupu-kupu, aku mengalami proses panjang untuk bisa bermetamorfosis menjadi muslimah akhir zaman. Dan kali ini aku sangat menyesal, sangat.

Lalu aku ceritakan kepada uztadzah Nia, beliau adalah murobbiku dalam liqo' atau kelas belajar agamaku. Aku jujur sejujurnya melalui chat WA. Aku sudah siap menanggung resiko dengan aku curhat jujur kepada beliau. Aku sudah berpikir beliau pasti marah kepadaku, tapi hati kecilku mengatakan bahwa mana mungkin beliau marah kepadaku. 

Ternyata jawaban beliau seperti ini..

" Alhamdulillah kalau emma merasa tidak nyaman telah berbohong, sekecil apapun kesalahan yang emma perbuat itu. Itu tanda keimanan dalam hati kita. Ketika berbuat salah merasa tidak nyaman. Justru rasa seperti itu harus terus dipupuk. Banyak orang yang merasa biasa dengan dosa dan kesalahan. Itu karena keimanan dan aqidahnya lemah.."

Beliau juga memberikan saran agar aku berkata jujur, tidak mengulanginya dan istiqomah. Mengapa aku harus bohong dengan dalil biar tidak malu. Justru seharusnya aku malu kepada Allah SWT. Karena ini memang jalan yang harus aku lalui. Rezekiku sedikit atau banyak itu juga dari Allah SWT. Karena aku ingin hidupku berkah bukan nikmat semata.

Aku memang menyesal dan berusaha untuk mengendalikan emosiku agar tidak berbohong lagi. Dan aku sudah memutuskan untuk mengatakan yang sejujurnya kepada beberapa ibu tersebut nanti. Aku akan mengatakan bahwa aku sudah resign dan sedang menjalankan usaha. Usaha yang aku rintis dengan doa dan ibadah. Karena sebelumnya, saat aku bekerja di kantor, aku merasakan tidak 100% untuk niat beribadah. 

Ada beberapa hal yang membuatku tidak nyaman dan memberontak. Berbeda pemikiran dan pemahaman. Iya, inilah alasanku memutuskan resign dan memilih jalan hijrahku. Jika dulu impianku semasa kuliah, ingin bekerja di perusahaan besar dan melanjutkan kuliah ke luar negeri. Tetapi sekarang, impianku hanya satu "menerima semua takdir Allah SWT dengan memilih jalan hijrah". Jalan yang benar-benar menguras air mata dan menguji keimanan. Namun, jelas surga balasannya.

Aku malu dan menyesal
Dengan kebenaran yang aku sembunyikan
Seburuk apapun kebenaran menurutku
Menurut Allah SWT itu yang terbaik untukku
Ampuni hamba-Mu ini
-HEF-



 

Wednesday, 2 March 2016

SUAP-SUAPAN KEDONDONG

Judul tulisan kali ini maksudnya apa ya?

Maksudnya apa suap-suapan kedondong?

Siapa yang tidak tahu buah kedondong, sudah banyak yang tahu pasti kan. Buah kedondong itu dagingnya sedikit keras dan bijinya di dalam berduri. Kalau dibuat manisan lumayan enak karena dagingnya menjadi lunak dan sudah dibumbui, pastinya.

Suap-suapan kedondong itu kiasan. Artinya beberapa orang, bisa dua atau lebih, saling berdebat mengenai suatu hal. Iya berdebat. Mereka saling memberikan argumen, saling berpendapat dan memberikan komentar namun sebenarnya tidak ada ujungnya. Yang ada hanya saling menguatkan argumen masing-masing dan merasa benar sendiri.Seperti memakan kedondong sama bijinya.

Jangan sampai makan kedondong kena bijinya
Karena itu seperti perdebatan yang tiada akhir
-HEF-

Dan saya jujur, pernah berada dalam moment seperti itu. Sikap "ngeyel" alias merasa argumen saya benar dan yang lain salah. Padahal bukan bermaksud merasa menang sendiri, tetapi merasa benar. Hem.. dan itu benar bukan tindakan yang patut dicontoh apalagi dilestarikan.

Lalu sekarang pertanyaannya, 
MENGAPA ada orang yang suka "menyuapi kedondong"? 

Ide tulisan ini tiba-tiba datang saat saya menonton acara Mata Najwa di metro TV tentang Wajah Penjara. Intinya, Kak Najwa berbincang dengan Pak Menteri Hukum dan Ham setelah memantau alias menyidak lembaga Pemasyarakatan yang ada di Kota Medan bersama BNN. 

Saat saya menyimak perbincangan mereka berdua, seakan ada suap-suapan kedondong di dalamnya. Kok bisa?

Saat Kak Najwa menanyakan yang secara garis besar tentang..

"Bagaimana bisa di dalam penjara masih ada transaksi narkoba dan handphone berkeliaran?"

" Sudah tahu semakin lama penghuni lapas meningkat, tetapi mengapa kapasitas ruangan masih kurang? sampai ada yang tidur dibawah kolong dan lantai. Dan ada penghuni sel yang melebihi kapasitas sel seharusnya"
"Mengapa tampak ada diskriminasi antara sel penjara pidana hukum dan tipikor? perbedaan tempat tidur, mandi hingga makanan?"

"Bagaimana dengan UU no.99.... ?"

" BNN ingin menyergap besar-besaran semua lapas untuk menyidak, mereka mencoba melawan Anda.."

"Adanya perbedaan remisi antar narapidana dan koruptor.."

dsb

Saya tidak akan mengulas apa jawaban pak Menteri, tetapi disini saya tegaskan bahwa jawaban pak Menteri belum memuaskan hati dan mata saya sebagai penonton acara dan sebagai rakyat Indonesia. Saya memang tidak seberapa paham dengan permasalahan hukum di Indonesia, tetapi saya juga tidak bodoh-bodoh amat. Dari jawaban Pak Menteri tersebut seperti bertele-tele, belum menjawab detail pertanyaan dan pendapat Kak Najwa. Dan seakan Kak Najwa tidak melakukan feed back atau penggalian informasi yang lebih dalam. Hem.. sangat disayangkan sekali. Seakan saling "suap-suapan kedondong" dimana belum bertemu ujungnya alias jawaban yang spesifik.

Dibalik itu semua Mata Najwa sudah memberikan berita yang nyata untuk asupan tontonan yang bermutu bagi penikmatnya.

JADI..
MENGAPA ada orang suka "menyuapi kedondong?". Dia belum bisa memberikan solusi atau jawaban yang tepat dari setiap argumennya. Namun tetap saja "ngotot" dengan argumennya atau berhenti tanpa ada kejelasan.

Bisa saja karena dia memiliki sifat yang egois. Dia tidak mau menyerap argumen orang lain untuk dipertimbangkan. Hanya mau mendengarkan saja tanpa dipertimbangkan lagi. Dan bisa saja dia orang yang tidak jujur alias ada yang disembunyikan. Selain itu bisa saja dia tidak berani, malu, membela diri atau tidak mampu berargumen. Banyak sekali faktor mengapa seseorang "menyuapi kedondong". Dan khusus untuk para wakil rakyat dari tingkat bawah sampai di level presiden dan DPR serta menteri, sudah sewajarnya bersikap yang benar dan benar. Bukan benar-benaran tanpa kebenaran, bukan juga "harus" bersikap benar. Karena bersikap benar itu wajar alias sudah menjadi kebiasaan, jangan jadi keharusan hingga ditakuti sampai-sampai merugikan banyak pihak.

Kutipan dari petuah Kak Najwa..

"Penjara bukan lagi lembaga kemasyarakatan tetapi sebagai pabrik kejahatan"

Berbicara jujur memang tidak mudah..
Tetapi bukan berarti susah untuk dilakukan..

Aku suka memakan kedondong tanpa biji
Karena bijinya tajam setajam kalimat tanpa kebenaran
-HEF-


SATU SISI SAYAP UNTUK KE SURGA

AKU MASIH MEMILIKI SATU SAYAP SISI KIRI UNTUK TERBANG KE SURGA
DAN AKU MASIH MENCARI SISI YANG LAIN..
satu sisi sayap yang telah bersamaku adalah ayah..
DAN yang satunya lagi.. masih dalam penantian do'a..


Aku sangat iri kepada mereka berdua. Sepasang mata ini tidak bisa lepas dari pandangan terhadap dua insan yang saling jatuh cinta untuk ke sekian kalinya. Bukan karena keduanya masih muda apalagi masih terlihat menawan. Tetapi waktu yang mengajarkan keduanya untuk saling memiliki ketidaksempurnaan satu sama lain. Iya, ketidaksempurnaan. 

JIKA BICARA TENTANG CINTA
AKU BUKAN AHLINYA
TAPI SETAHUKU
KETIDAKSEMPURNAAN JUSTRU LATAR BELAKANG CINTA
-HEF-



Dari ketidaksempurnaan inilah cinta mereka berdua tetap terjalin hingga usia senja. Yang satu egois, yang satu sabar. Yang satu suka ngambek, yang satu humoris. Sungguh tak akan ada habisnya bicara tentang cinta.

 "Heemm.. nek, penglihatan nenek sudah rabun, berjalanpun harus berpegang tongkat. Tetapi mengapa nenek masih bisa menyiapkan sarapan untuk kakek?"

Senyuman beliau memecah keheningan pertanyaanku.

"Nenek apa tidak capek. Lihat saja si kakek sekarang. Untuk berjalan saja tidak mampu, untuk ke kamar mandi harus digendong. Apalagi untuk mendengarkan nenek bicara.."

Si nenek tetap menjawab pertanyaanku dengan senyuman. Kemudian beliau memelukku dengan erat namun terasa begitu hangat. Dan...

"Cepatlah menikah, biar kamu tau jawabannya"

Jawaban si nenek langsung memecah keheningan di kamar nenek siang itu.

"Haha.. ada .. ada.. aja nih nenek.."

***

Tanpa perlu dijawab sebenarnya aku sudah tahu jawabannya. Iya mungkin, aku hanya mencoba untuk menjawabnya sendiri. Kakek adalah satu sisi sayap nenek yang kedua setelah ayah nenek. Beliau begitu mencintai kakek. Iya terlihat dari tatapan mata nenek yang seduh namun begitu tulus.

SATU SISI SAYAP INI
YANG AKAN MEMBAWA DIRI KE SURGA
SAYAP YANG TAK AKAN PERNAH TERTUKAR
APALAGI LEPAS
KARENA DIA TAHU SIAPA PEMILIKNYA
-HEF-

Mereka berdua memang sudah tidak muda lagi, untuk kencan dan jalan berdua saja sudah tidak mampu. Kehadiran keduanya yang saling menguatkan. Tidak perlu saling mendengar apalagi saling bicara, tidak perlu saling berpegangan tangan bahkan berpelukan. Cukup saling "ADA", saling hadir dalam dekapan hari dan hari. Tidak ada hitung-menghitung berapa jerih payah masing-masing APALAGI bicara tentang siapa yang paling menyayangi dan mencintai. karena KEBAHAGIAAN bisa tercipta disaat keduanya bersama, bersama-sama memutuskan untuk saling TULUS MENCINTAI. Jika takdir berkata lain, KEBAHAGIAAN itu tidak akan sirna. KARENA MERASAKAN KEHADIRAN, TIDAK PERLU SALING BERTATAP MUKA. Ingat, Sepasang sayap tidak akan pernah lepas dari pemiliknya justru akan menemani sepanjang masa hingga ke surga.

TAKDIR MEMBUAT PASANGAN SALING BERSAMA
TAKDIR JUGA YANG MEMBUAT SALING BERPISAH
NAMUN TIDAK BENAR-BENAR BERPISAH
-HEF-

Peluk hangat untuk sayap pertamaku yaitu ayah..
Dan pelukan do'a untuk sayap keduaku yang selalu dijaga Allah SWT 

Monday, 29 February 2016

TERTAWAN OLEH AKHLAK#FOR MUSLIMAH

AKU MENULIS TULISAN KALI INI KHUSUS UNTUK DIRIKU DAN MUNGKIN UNTUK PARA MUSLIMAH YANG MASIH MENUNGGU JODOH..

Jika bicara cinta tak akan ada habisnya..
Karena cinta memang fitrah manusia..
Apalagi untuk keturunan adam dan hawa..
Tapi cinta bagiku adalah rasa syukurku kepada Allah SWT
Untuk terus berusaha memperbaiki diri di hadapan Allah SWT..

Dan kali ini..
Aku tertawan oleh akhlak..
Bukan tentang bagaimana fisik si ikhwan..
Bukan tentang seberapa besar kekayaan si ikhwan..
Bukan tentang seberapa keren si ikhwan..
Bukan tentang seberapa cemerlang pikiran si ikhwan..
Bukan tentang seberapa indahnya kalimat-kalimat si ikhwan..
Apalagi tentang hebatnya profesi si ikhwan..


Ini tentang akhlak..
Akhlak seorang ikhwan yang melebihi kepandaian dan ketampanan..
Ini tentang akhlak..
Akhlak seorang ikhwan yang menyempurnakan kekurangan..
Ini tentang akhlak..
Akhlak seorang ikhwan yang memaksa diri untuk terus terjaga..

Bukan tentang siapa dia..
Bukan tentang darimana dia..
Bukan tentang dari keluarga apa dia..
Bukan tentang lulusan mana dia..
Bukan tentang usia dia pula..

Aku sebagai muslimah akhir zaman..
Dulu aku sering terpesona dengan pandangan pertama..
Karena ketampanan, kepandaian, kemahiran untuk menarik perhatian..
Tapi itu dulu..
Sebelum aku berusaha lebih mencintai Allah SWT..
Kini..
Entah mengapa mata dan hatiku seakan menyatu..
Tidak lagi berbeda pendapat..
Untuk mempertanyakan sisi baik yang tampak dari luar..

Jika ada yang mendekat..
Aku seakan pandai untuk menebak..
Bukan tebakan sembarangan..
Seakan mata dan hatiku saling berdiskusi..
Dan memberikan jawaban yang akurat..

Aku tertawan oleh akhlak..
Bukan akhlak yang sembarangan..
Akhlak ini..
Merontokan semua keraguan..
Menggugurkan semua nafsu belaka..
Melenyapkan semua kekhawatiran..
Menyatakan kebenaran..

Ingin rasanya menjadi ratu dari para bidadari surga..
Karena bidadari surga akan sangat cemburu padaku kelak..
Jika aku dan dia..
Dipertemukan dalam penantian suci..

Aku benar-benar..
Tertawan oleh akhlak..

-HEF-

Sunday, 28 February 2016

BUNGA MEKAR#HIJRAH ANAK BAND

INI BUKAN TULISAN TENTANG BUNGA TAPI..

BUNGA AKAN MEKAR PADA WAKTUNYA, MAKSUDNYA?

Jika dihubungkan dengan "hijrah" alias proses perbaikan diri dari yang buruk ke lebih baik maksudnya..

Seseorang yang berniat untuk "hijrah" memiliki proses yang berbeda-beda. Tidak bisa dipaksakan untuk total hijrah 100%, tetapi ada yang bisa juga berevolusi menggapai hijrah sepenuhnya. Mengapa prosesnya berbeda-beda? karena titik awalnya saja juga berbeda-beda. 

Ada yang mengawali "hijrah" dari titik nol, alias tidak ada beban yang lebih dan juga tidak ada kebahagiaan lebih. Ada yang mengawali dari titik minus, misalkan saat terlilit hutang, saat memiliki kasus buruk, saat benar-benar dalam kondisi menyedihkan. Ada juga yang mengawali dari titik plus, misalkan sedang banyak-banyaknya harta, sedang naik popularitas maupun jabatan bahkan lagi senang-senangnya menikmati hidup. 

Tetapi mengapa yang dititik plus memilih "hijrah"? karena bagi mereka banyak harta, jabatan/kedudukan dan kenikmatan hidup yang diperoleh, tetap saja hidup terasa "hampa" dan tidak tenang, entah mengapa, emptiness. 

JADI.. BUNGA AKAN MEKAR PADA WAKTUNYA..
KEBERHASILAN SESEORANG UNTUK BERHIJRAH MEMILIKI MOMENTUMNYA SENDIRI

Bunga yang satu sudah mekar..
Yang satunya mengapa belum..
Tenang..
Bunga pasti akan mekar pada waktunya..
-HEF-


Seperti kisah "hijrah" dari para mantan personil band Indonesia. 

Pertama, sebut saja Kak Reza, x-drummer Noah. Beliau sudah mantap berhijrah dengan meninggalkan band yang sudah bertahun-tahun menghidupinya dan keluarga. Bukan keputusan yang mudah, pasti. TETAPI tidak akan ada kesulitan yang berarti selama di Jalan Allah S.W.T, yakin!

"Dulu, kalau lagi meeting, handphone harus di silent. Anehnya aplikasi adzan tetap bisa terdengar.."

"Punya jenggot dibilang kayak mbe* (sebutan hewan kambing dalam bahasa jawa)"

"Dulu sih tradisi anak band seperti dunia malam DIIKUTI.."

 
"Sekarang lebih sehat, lebih tenang.."

"Berapapun harta lebih berkah sekarang.."

Kak Reza memang tidak suka berbicara, tetapi sekali bicara, langsung "sesuatu"

 
Kedua, dari Kak reyhan , sebagai x-vokalis kangen band menggantikan Andika yang terjerat kasus di meja hijau. Tidak lama berada di grup band tersebut, akhirnya dia memutuskan untuk berhijrah. Masih tergolong muda, di usianya 25 tahun dia cukup dewasa untuk menentukan sikap. 

Dan saat ada salah satu peserta yang bertanya..

"Suara Kak Reyhan kan merdu waktu nyanyi, bagaimana kalau Kak Reyhan membaca ayat suci Al-Qur;an?"

Dan Kak Reyhan merespon dengan gelak tawa..

Uztad Derry Sulaiman sebagai seseorang yang berperan besar dalam hijrah Kak Reyhan menjawab "Bagaimana dia mau membaca Al-Qur'an, Reyhan masih Iqro' 2. Nantinya dalam minggu ini tunggu di instagramnya, latihan dulu biar tidak salah"

Kak Reyhan menjawab dengan senyuman dan jawaban "Iya InshaALLAH"

Kak Reyhan tidak malu untuk mengakui bahwa dirinya masih belum lancar membaca Al-Qur'an karena baginya..

"Kita dilahirkan dalam keadaan sendirian, meninggal juga sendirian"

"Sekarang lebih tenang, lebih damai.."

Saturday, 27 February 2016

SENYUM SAJA#SOUND OF HIJRAH

Emma bukannya pakai cadar? (sambil pasang emot kaget, penasaran)

Kalimat diatas berasal dari salah satu temanku yang stay di bbm. Ternyata selama aku update bbm dia termasuk "spy girl" (mungkin). Ketika itu aku memasang picture fotoku close up dengan ada tulisan yang sedikit menutupi wajahku. Dia bertanya seperti itu karena sebelumnya aku pernah memajang foto yang seperti pakai cadar. Padahal itu bukan cadar melainkan khimarku yang sengaja aku taruh di wajahku hingga terlihat mata saja. 

Iya, beberapa temanku tau kalau aku sedang berhijrah dengan pakaianku yang mulai berkhimar lebar menutup dada dan tebal. Selain itu no capture foto selfie atau yang terlalu menunjukan wajah dan full body. 

Dia sangat kritis luar biasa, meskipun aku menjawab bahwa aku belum pernah pakai cadar, dia malah balas dengan emot tertawa. Aku sedikit kesal, iya jujur 50:50 antara kesal dan sadar. Aku sadar kalau hijrahku belum 100%. Aku masih memajang foto wajahku meskipun sedikit ditutupi tulisan. "Tapi aku kan juga manusia, aku masih berproses" ini adalah jawabanku untuk pembelaan diri. Heeemm... temanku memang ada benarnya juga. Dan.. aku membalas dengan emot senyuman, keep smile.

Apa aku harus berkoar-koar bahwa aku berhijrah..
Apa aku harus update terus apa saja hijrahku..
Apa aku harus mengalami kritikan ini..
Ini hanya satu dari sekian banyak kritikan..
Kritikan yang membangun..
Dan aku harus siap mental..
Karena ini konsekuensinya..
Dan aku sudah tau itu..
Senyum..
Senyum adalah jawaban dari setiap kritikan..
Entah itu mulai dari yang pedas biasa hingga pedas banget..
Aku jawab dan respon dengan senyuman saja..
Tanpa aku berkomentar panjang kali lebar..
Karena bagiku sia-sia saja..
Karena mereka memang juri dari keputusanku ini..
Kalau tidak mau diberi komentar, iya jangan berbuat apa-apa..
Aku sudah berbuat yaitu berhijrah..
Jadi dinikmati saja..
Senyum saja..
Keep smile..

BAGAIMANA DENGAN DIRIMU SENDIRI DALAM PROSES HIJRAHKU?

Aku butuh kamu 
Kamu yang menguatkan
Bukan yang menjatuhkan
Aku butuh kamu
Kamu yang menyadarkan
Bukan yang menyesatkan
Aku butuh kamu
Kamu yang perhatian
Bukan yang membiarkan
Terimakasih untuk kritikanmu
-HEF- 

Friday, 26 February 2016

BISA KARENA TERBIASA

AKU TIDAK BISA MELAKUKANNYA..

Pernahkah kamu berpikir bahwa tidak akan bisa melakukan suatu hal? padahal jelas hal tersebut belum pernah kamu coba untuk melakukannya. Tetapi sudah berpikir tidak bisa duluan.
MENGAPA BERPIKIR TIDAK BISA MELAKUKANNYA?

Biasanya karena beberapa alasan berikut ini:
1. takut salah
2. minder duluan/tidak percaya diri
3. terlalu susah untuk dilakukan

Beberapa alasan tersebut sangat klise, no excuse, just practice and practice..

IYA, PRAKTEKAN SAJA NANTI JUGA TERBIASA
Tidak ada yang tidak bisa dilakukan manusia selama dia melakukan sesuai kodratnya. Bukan melakukan untuk syiriq atau menyekutukan Allah ya. Misalkan mengaku tuhan, itu sangat dilarang. 

Tuhan menaruhmu di tempat sekarang bukan tanpa alasan
Dengan perjuangan bahkan tangisan air mata
-Dahlan Iskan-

Seperti petuah diatas dari salah satu idolaku yaitu Bapak Dahlan Iskan, lebih kurangnya seperti itu kutipannya. Jadi, apa yang tidak mungkin selama Allah menghendakinya? Jika seseorang berpikir aku tidak bisa melakukannya, itu sama saja berarti dia berprasangka buruk dengan kekuasaan Allah, kunfayakun, yang artinya jika terjadi, maka terjadilah. Apa-apa yang dikehendaki oleh Allah meskipun tidak mungkin bagi manusia, tetapi bagi Allah apa yang tidak mungkin. Adanya siang dan malam, bulan dan bintang, hujan dan panas, hidup dan mati bahkan planet yang tidak saling bertabrakan, itu karena kuasa siapa?

Jadi Berhenti mengecilkan pemikiran sendiri.

Berpikirlah tanpa batas
Selama tidak melanggar batas
Dengan begitu dirimu naik level ke atas
-HEF- 
 
iya betul, saat kita membiarkan pikiran kita untuk menjelajah apapun tanpa ada tekanan "jangan! tidak bisa!" tetapi tetap berpikir jernih bukan pikiran yang buruk, maka hati kita juga akan siap menerima apapun yang terjadi nantinya. Misalkan..

Aku tidak bisa sabar tetapi terbiasa untuk belajar sabar..
Aku tidak bisa memasak tetapi terbiasa untuk belajar masak..
Aku tidak bisa istiqomah berhijrah tetapi terbiasa untuk belajar istiqomah..
kata kuncinya yaitu "belajar"
Melakukan kesalahan itu sah saja
Selama tidak sengaja mengulang dengan cara yang sama
-HEF-
 
Karena saat pikiran dan hati bersatu tanpa egois, itu namanya good control machine. Mengendalikan mesin yaitu alam bawah sadar dengan baik. Jadi, saat menganggap diri SEBAIKNYA berusaha mencoba dan mencoba terus hingga bisa. Itulah artinya bisa karena terbiasa.
 
Semua hal di dunia dapat dipelajari..
Jika kamu mau bukan mampu..
Semua hal di dunia dapat dimiliki..
Jika kamu mau bukan mampu..
Karena biasanya yang merasa mampu..
Malah meremehkan dan cepat puas..
Justru yang mau biasanya..
Lebih cepat berhasil karena MAU BELAJAR..
BELAJAR MENERIMA KEBAIKAN MAUPUN KEBURUKAN DIRI..
BELAJAR UNTUK TIDAK MENGHAKIMI DIRI SENDIRI..
BELAJAR UNTUK MERENDAHKAN HATI BUKAN RENDAH DIRI..
BELAJAR UNTUK SALING MEMAHAMI SATU SAMA LAIN..
KARENA HIDUP ITU UNTUK BELAJAR..
BISA..
KARENA..
TERBIASA..

KATANYA, LAKUKAN YANG KAMU SUKA, PASTI BISA, KATANYA

Aku tidak sepenuhnya setuju seperti itu. Tahukah kamu kalau dulu Jackie Chan tidak suka acting, tetapi dia bisa bela diri. Sehingga kemampuannya itu bisa dialihkan ke seni acting. Jadi, bermula dari hal yang tidak disukai dan tidak dikuasai yaitu acting, tetapi dia mau belajar untuk mencoba dan mencoba, akhirnya Jackie Chan kini menjadi aktor yang terkenal. Tidak hanya jago bela diri saja, tetapi dia terbukti bisa menjiwai setiap peran yang dimainkan.

Dulu aku merasa tidak bisa berenang apalagi di kedalaman..
Sampai-sampai setiap pelajaran renang di sekolah aku menepi dan..
Nilai yang buruk aku peroleh..
Namun..
Aku berusaha meluaskan pikiranku biar hatiku tidak sempit..
Aku mulai belajar berenang sendiri..
Belajar dan belajar..
dan akhirnya kini aku bisa berenang meskipun tidak semua gaya aku kuasai..
Setidaknya aku tidak lagi takut kedalaman..
 
Learning by doing
I can do something because practices
-HEF-